Berdasarkan pengamatan tim redaksi, ajang US Open 2026 di Flushing Meadows menyajikan kejutan besar setelah separuh dari sepuluh petenis unggulan teratas sektor tunggal putra harus angkat kaki sebelum babak perempat final dimulai. Absennya sejumlah nama besar akibat cedera serta ketatnya persaingan membuat turnamen Grand Slam penutup tahun ini berjalan di luar dugaan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh para petenis non-unggulan yang tampil tanpa beban untuk menyingkirkan para raksasa lapangan keras. Salah satu korban kejutan tersebut adalah petenis peringkat 10 dunia asal Amerika Serikat, Taylor Fritz, yang harus rela membuang keunggulan dua set lebih dulu saat berhadapan dengan petenis asal Argentina, Francisco Cerundolo, di babak ketiga.
Menurut Taylor Fritz, kunci sukses di level Grand Slam tidak hanya ditentukan oleh talenta, fisik, dan kerja keras semata, melainkan keyakinan mental yang kuat. Fritz bahkan menyebutnya sebagai "delusi" atau kepercayaan diri mutlak bahwa seorang atlet mampu mengalahkan siapa pun di panggung terbesar dunia tanpa ada tempat untuk bersembunyi.
Situasi turnamen kian terbuka lebar menyusul cederanya Jannik Sinner serta proses pemulihan panjang yang dijalani oleh Carlos Alcaraz. Kesempatan emas yang terbuka bagi para unggulan utama justru berbalik menjadi bumerang ketika enam dari sepuluh unggulan teratas bertumbangan hingga babak keempat.
Hingga Minggu waktu setempat, tersisa segelintir petenis elit yang masih bertahan di turnamen, termasuk unggulan teratas Alexander Zverev, juara bertahan Carlos Alcaraz, serta unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Ben Shelton. Tersingkirnya mantan juara Daniil Medvedev semakin menegaskan betapa rapuhnya dominasi unggulan di Flushing Meadows tahun ini.
Menurut Francisco Cerundolo yang menempati unggulan ke-24, fenomena ini membuktikan betapa meratanya kekuatan di sirkuit tenis profesional saat ini. "Hal ini menunjukkan kepada Anda betapa meratanya sirkuit, betapa ketatnya setiap pertandingan, dan betapa sulitnya untuk meraih kemenangan," ujar Cerundolo, seraya menambahkan bahwa "apa pun bisa terjadi saat ini".