Turnamen tenis bergengsi Wimbledon kembali menghadirkan kejutan besar bagi para pencinta olahraga dunia. Juara bertahan Iga Swiatek dipastikan menyusul unggulan kedua Elena Rybakina yang lebih dulu angkat koper setelah menelan kekalahan pahit pada pertandingan babak ketiga yang berlangsung hari Sabtu waktu setempat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di Centre Court, Swiatek yang merupakan unggulan ketiga sekaligus pemilik enam gelar Grand Slam, harus mengakui keunggulan petenis muda berbakat asal Filipina, Alexandra Eala. Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan skor 7-6 (11-9) dan 6-2 untuk kemenangan Eala.
Kekalahan mengejutkan ini terjadi hanya berselang satu jam setelah juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina, juga tumbang di tangan wakil Belgia, Elise Mertens. Rybakina kalah dalam dua set langsung dengan skor akhir 7-6 (7-4) dan 6-1.
Menurut data statistik turnamen, tersingkirnya Rybakina memastikan posisi Aryna Sabalenka tetap aman sebagai petenis nomor satu dunia putri. Posisi atlet Belarus tersebut tidak akan tergoyahkan, terlepas dari seberapa jauh langkah yang akan ditempuhnya dalam turnamen tahun ini.
Dari pengamatan tim redaksi, performa Swiatek memang sudah tampak kurang konsisten sejak memenangi Wimbledon tahun lalu. Dirinya bahkan sempat meneteskan air mata setelah bersusah payah melewati laga pembuka tiga set yang sangat ketat melawan Taylor Townsend.
Pertemuan melawan Eala sejatinya telah diprediksi akan menyulitkan sang juara bertahan. Pasalnya, petenis Filipina tersebut sebelumnya pernah mengejutkan publik saat menumbangkan Swiatek di ajang Miami Open 2025.
Eala langsung menjatuhkan diri ke lapangan dan menutup wajahnya dengan kedua tangan setelah berhasil mengamankan empat break point sebelum akhirnya mengonversi match point ketiganya di gim penentu yang melelahkan.
Hasil buruk yang menimpa Swiatek ini memperpanjang catatan kelam sektor tunggal putri. Dari pengamatan sejarah turnamen, belum ada lagi petenis wanita yang berhasil mempertahankan gelar juara tunggal putri di Wimbledon sejak Serena Williams melakukannya pada 2016 silam.
Kejutan tidak berhenti sampai di situ. Finalis tahun lalu, Amanda Anisimova, juga harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan sesama petenis Amerika Serikat, Madison Keys. Mantan juara Australian Open tersebut menang dengan skor 3-6, 6-2, dan 6-3.
Sambil menahan tangis, Anisimova mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam setelah berjuang memulihkan performa akibat cedera panjang tahun ini. "Bagi saya, sangat tidak menyenangkan bermain dengan kondisi tenis seperti tadi. Saya merasa telah melakukan semua hal dan bekerja sangat keras, jadi sangat sulit menerima kenyataan bahwa permainan saya masih di titik ini," ujarnya pasca-laga.