Petenis tunggal putra asal Bulgaria, Grigor Dimitrov, tampak emosional setelah memastikan diri melangkah ke babak keempat turnamen Grand Slam Wimbledon. Dirinya menegaskan tekad kuat untuk menulis ulang sejarah perjalanannya di turnamen lapangan rumput paling bergengsi ini setelah sukses memetik kemenangan lewat pertarungan sengit lima set melawan Matteo Berrettini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, atmosfer haru sekaligus lega menyelimuti sang petenis di lapangan. Tepat dua belas bulan lalu, Dimitrov harus meninggalkan Centre Court dengan berlinang air mata setelah mimpinya menciptakan kejutan besar melawan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, harus kandas secara tragis.
Menurut catatan jalannya pertandingan tahun lalu, Dimitrov sebenarnya sempat memimpin dua set terlebih dahulu atas Sinner. Namun, impian besarnya hancur seketika akibat cedera otot pektoral kanan yang memaksanya menyudahi pertandingan lebih awal dan mundur dari turnamen.
Sejak malam yang memilukan itu, petenis asal Bulgaria tersebut terus dihantui rasa penasaran akan pencapaian yang mungkin bisa ia raih. Kini, ia kembali dengan misi besar untuk menghapus kenangan buruk masa lalu dan membuktikan kualitas terbaiknya.
Dari pengamatan tim redaksi saat sesi wawancara, Dimitrov mengungkapkan perasaan mendalamnya kepada publik. "Setelah cara saya keluar dari turnamen tahun lalu, saya tidak akan pernah tahu apa yang seharusnya terjadi. Tapi coba tebak? Tahun ini saya kembali ke sini dan saya mampu menulis ulang semuanya," ujar Dimitrov.
Ia juga menambahkan bahwa perjuangannya kali ini bukan semata-mata tentang mengangkat trofi. "Saya hanya mencoba untuk jujur dan terbuka di hadapan kalian semua. Ini bukan hanya tentang kemenangan, ini adalah cara bagi saya untuk mengatasi setiap rintangan yang ada di depan saya," tuturnya secara emosional.