Petenis legendaris Serbia, Novak Djokovic, resmi mengukir sejarah baru di turnamen Grand Slam Wimbledon setelah meraih kemenangan terbanyak di nomor tunggal putra sepanjang sejarah. Rekor tersebut dipastikan usai Djokovic bersusah payah menundukkan petenis kualifikasi, Roman Safiullin, demi mengamankan satu tiket di babak perempat final.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelumnya, Djokovic berhasil menyamai torehan rekor milik maestro tenis dunia asal Swiss, Roger Federer, lewat kemenangan di putaran ketiga. Berdasarkan pantauan tim redaksi, petenis berusia 39 tahun tersebut kini resmi mengoleksi 106 kemenangan di All England Club setelah menumbangkan Safiullin yang menempati peringkat 132 dunia dengan skor akhir 7-6 (8-6), 6-3, 3-6, dan 6-3.
Pencapaian luar biasa ini menempatkan Djokovic di posisi kedua dalam daftar kemenangan terbanyak sepanjang masa di Wimbledon. Dirinya hanya terpaut dari pemegang rekor absolut, Martina Navratilova, yang sukses mengoleksi 120 kemenangan sepanjang kariernya sebagai sembilan kali juara di nomor tunggal putri.
Dari pengamatan jalannya pertandingan, langkah Djokovic untuk mengalahkan Safiullin tidaklah mudah dan diwarnai dengan momen-momen penuh emosi. Petenis unggulan tersebut sempat mengalami gangguan pada matanya di awal laga, bahkan sempat menerima peringatan resmi akibat melontarkan kata-kata kasar serta nyaris terkena penalti setelah memukul bola dengan keras ke arah belakang lapangan lawan saat kehilangan servis di set ketiga.
"Bertahan untuk berkembang, itulah yang saya rasakan saat ini," ujar Djokovic saat merefleksikan performanya sepanjang pekan pertama turnamen. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas reaksinya yang emosional di atas lapangan pertandingan.
"Saya dikenal karena ledakan emosi dan kegilaan saya, dan hal itu terjadi beberapa kali hari ini jadi saya meminta maaf. Pikiran kita sering kali melayang kemana-mana dan sangat sulit untuk tetap fokus pada momen saat ini. Siapa pun yang berhasil melakukannya, dialah yang akan menjadi pemenang," tambah Djokovic.
Dengan hasil ini, Djokovic tetap menjaga peluang untuk berhadapan dengan petenis nomor satu dunia saat ini, Jannik Sinner, di babak semifinal. Berdasarkan hasil pertandingan lain, Sinner yang berstatus sebagai juara bertahan tampil semakin solid setelah mendepak petenis kualifikasi asal Jepang, Shintaro Mochizuki.
Sinner yang kini telah mengoleksi empat gelar major, mencatatkan kemenangan straight set ketiganya secara beruntun sejak sempat kesulitan di laga pembuka dalam duel lima set melawan Miomir Kecmanovic. Kemenangan meyakinkan 6-3, 7-6 (7-0), dan 6-3 atas Mochizuki mengantarkan petenis Italia tersebut ke perempat final Wimbledon kelimanya secara beruntun untuk menghadapi wakil Jerman, Jan-Lennard Struff.