Mantan penjaga gawang Manchester City dan tim nasional Inggris, Joe Hart, meluapkan kemarahannya setelah menyaksikan tindakan yang ia sebut sebagai aksi "menjijikkan" oleh salah satu pemain Paraguay. Insiden tersebut terjadi saat Paraguay menelan kekalahan 0-1 dari Prancis dalam laga babak 16 besar Piala Dunia yang berlangsung ketat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pertandingan yang digelar di Philadelphia, Amerika Serikat, gol penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70 berhasil mengantarkan Prancis melenggang ke babak perempat final. Di babak berikutnya, tim berjuluk Les Bleus tersebut dijadwalkan akan menantang Maroko, yang merupakan semifinalis Piala Dunia 2022 lalu.
Berdasarkan pantauan redaksi, strategi permainan Paraguay sejak awal pertandingan memang sengaja dirancang untuk mengganggu ritme permainan Prancis melalui kontak fisik yang agresif. Sayangnya, pendekatan fisik tersebut dinilai kerap kali melewati batas sportivitas dan membahayakan para pemain lawan.
Kylian Mbappe menjadi sasaran utama dari permainan kasar tersebut. Pada babak kedua, bintang Real Madrid itu sempat ditendang di bagian tulang kering oleh bek Paraguay, Junior Alonso, yang saat itu sedang terjatuh di lapangan.
Menurut pengamatan tim redaksi, tensi tinggi antar kedua tim sempat beberapa kali mengancam jalannya laga dan hampir memicu keributan. Beruntung, para pemain Prancis mampu menjaga ketenangan mereka sepanjang pertandingan hingga akhirnya merayakan kemenangan bersama para pendukungnya di tribun.
Paraguay tercatat melakukan total 13 pelanggaran sepanjang 90 menit pertandingan. Namun, fakta mengejutkan terjadi ketika wasit Ilgiz Tantashev yang memimpin jalannya laga sama sekali tidak mengeluarkan satu pun kartu kuning untuk para pemain Paraguay.
Joe Hart, yang bertugas sebagai komentator untuk BBC Sport, menyebut keputusan wasit tersebut sebagai hal yang "sangat mengejutkan". Ia kemudian menyoroti satu momen spesifik yang dianggapnya sangat memalukan dari bek tengah Paraguay, Gustavo Velazquez.
Sesaat sebelum Mbappe mengesekusi penalti, Velazquez tertangkap kamera sengaja merusak tanah di sekitar titik putih dengan sepatunya. Wasit gagal melihat kejadian tersebut karena posisinya sedang membelakangi titik penalti untuk menenangkan pemain lain, sementara VAR tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi hukuman kartu kuning.
"Sejujurnya, jika saya adalah kiper Paraguay, saya tidak peduli meski dia rekan setim saya sendiri, saya akan menarik jerksinya hingga robek. Itu bukan cara bermain bola yang saya inginkan. Sangat menjijikkan," ujar Hart dengan nada geram.
Mantan gelandang Aston Villa dan timnas Jerman, Thomas Hitzlsperger, yang juga berada di studio BBC, menyuarakan hal senada. Menurutnya, tindakan memanipulasi titik penalti adalah bentuk sportivitas yang sangat buruk dan membuat Paraguay kehilangan respek dari para pecinta sepak bola.
Hitzlsperger menambahkan bahwa para pemain Paraguay merasa di atas angin setelah kartu kuning pertama justru diberikan kepada pemain Prancis, Bradley Barcola. Dari pantauan redaksi, minimnya ketegasan dari sang pengadil lapangan membuat tim asuhan Paraguay terus melanjutkan permainan kasar mereka hingga peluit panjang berbunyi.