Dunia balap Formula 1 kembali disuguhkan akhir yang dramatis sekaligus membingungkan dalam gelaran GP Silverstone di Inggris. Intervensi Safety Car di lap-lap akhir mengubah jalannya balapan yang semula menegangkan menjadi penuh gejolak, hingga akhirnya balapan harus diselesaikan di belakang mobil pengaman tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, situasi ini memicu ingatan publik pada akhir musim kontroversial lima tahun silam. Bedanya, kali ini bos tim Mercedes, Toto Wolff, menanggapi keputusan tersebut dengan nada bercanda meskipun Safety Car kembali memegang peran krusial di akhir balapan yang kacau.
Hampir lima tahun telah berlalu sejak Wolff menyaksikan pembalap andalannya saat itu, Lewis Hamilton, kehilangan gelar juara dunia kedelapannya yang sudah di depan mata. Tragedi itu terjadi akibat Direktur Balap FIA saat itu, Michael Masi, gagal menerapkan regulasi dengan benar selama periode Safety Car di Abu Dhabi.
Kala itu, Michael Masi mengambil keputusan sepihak untuk mengabaikan peraturan organisasinya sendiri demi menghindari balapan berakhir di belakang Safety Car. Akibat kesalahan fatal tersebut, Masi dipecat dari jabatannya beberapa bulan kemudian.
Menurut laporan dari BBC Sport, apa yang dihindari pada tahun 2021 justru terjadi di Silverstone akhir pekan ini. Bagi sebagian penggemar, mengakhiri balapan ikonik seperti Grand Prix Inggris di bawah kawalan Safety Car dinilai kurang memuaskan dan antiklimaks.
Namun, Toto Wolff justru menyampaikan pandangan yang bijak terkait keputusan otoritas balap. "Saya akan lebih memilih hal ini terjadi pada tahun 2021. Itu jauh lebih penting. Sangat bagus bahwa peraturan kali ini dipatuhi dengan benar," ujar Wolff saat ditemui awak media di sirkuit.
Dari pengamatan tim redaksi, konsistensi penegakan aturan kini menjadi fokus utama FIA demi menjaga integritas olahraga. Wolff menambahkan bahwa sportivitas harus selalu berada di atas nilai hiburan semata.
"Terkadang hal ini tidak memberikan akhir yang paling menarik bagi penonton. Namun, ini adalah sebuah olahraga. Pertunjukan mengikuti olahraga dan bukan sebaliknya. Jadi, sangat bagus FIA mengambil keputusan itu," pungkas Wolff.