Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan telah resmi membuka penyelidikan menyusul adanya dugaan pelecehan rasis yang melibatkan influencer media sosial asal Amerika Serikat, IShowSpeed. Insiden tersebut terjadi di antara sang YouTuber dengan seorang suporter dalam laga kemenangan Argentina 3-2 atas Tanjung Verde pada Jumat lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, badan pengatur sepak bola dunia tersebut menyatakan bahwa mereka telah mengetahui insiden yang diduga terjadi di Hard Rock Stadium, Miami, pada 3 Juli. Stadion tersebut menjadi saksi bisu babak 32 besar, di mana pihak FIFA menegaskan bahwa mereka "segera memulai penyelidikan" setelah laporan masuk.
Pemuda berusia 21 tahun bernama asli Darren Jason Watkins Jr tersebut terlihat dalam rekaman video di saluran YouTube pribadinya sedang mengenakan jersei Tanjung Verde. Dalam tayangan itu, ia terlibat konfrontasi langsung dengan seorang pendukung timnas Argentina di area tribun penonton.
Menurut pernyataan resmi dari pihak organisasi, mereka mengutuk keras segala bentuk diskriminasi di dalam stadion. "Piala Dunia FIFA adalah perayaan persatuan, keragaman, dan rasa hormat," tulis FIFA dalam sebuah pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
"Piala Dunia mempertemukan orang-orang, budaya, dan komunitas dari seluruh dunia. Siapa pun yang bertindak dengan cara yang merusak nilai-nilai ini tidak diterima dalam permainan kami," lanjut pernyataan tegas dari FIFA.
Dari pengamatan tim redaksi, kasus dugaan pelecehan yang menimpa IShowSpeed ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah insiden rasisme lain yang menimpa penyerang Prancis, Kylian Mbappe. Penyerang Real Madrid tersebut sempat mengecam seorang senator Paraguay sebagai sosok yang "hina" dan tidak layak menduduki jabatannya setelah melontarkan komentar rasis yang mengejek asal-usul serta pendidikannya.
Senator Paraguay dari Partai Liberal Radikal, Celeste Amarilla, diketahui mengunggah komentar kontroversial tersebut di platform X setelah negaranya menelan kekalahan dari Prancis di babak 16 besar Piala Dunia. Menanggapi hal itu, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah mengumumkan rencana untuk mengajukan tuntutan pidana dan menggambarkan pernyataan Amarilla sebagai sesuatu yang "sangat menjijikkan dan tidak dapat diterima".