FIFA terpaksa menghapus catatan kartu merah atas nama Leandro Paredes pada sistem informasi komentator resmi setelah laga final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di New Jersey. Berdasarkan pantauan redaksi, kesalahan data ini sempat memicu kesalahpahaman publik terkait sanksi disiplin bagi gelandang Argentina tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pertandingan sengit yang dimenangkan Spanyol lewat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, Argentina harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain usai Enzo Fernandez menerima dua kartu kuning. Namun, kericuhan pecah setelah peluit panjang berbunyi, di mana Leandro Paredes terlibat aksi fisik dengan mendorong Eric Garcia serta berkonfrontasi dengan Gavi.
Menurut klarifikasi Dale Johnson dari BBC, tidak ada kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Slavko Vincic untuk pemain Boca Juniors tersebut. "Banyak akun salah menafsirkan informasi yang saya laporkan tentang Leandro Paredes. Tidak ada kartu merah yang dibatalkan karena memang tidak ada kartu merah yang dikeluarkan. Itu hanya salah ditampilkan di sistem informasi komentator FIFA dan kemudian dihapus," tulis Johnson melalui akun X miliknya.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kericuhan pascapertandingan tidak hanya melibatkan Leandro Paredes. Footage pertandingan memperlihatkan Nahuel Molina memukul Rodri, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala terekam melayangkan pukulan ke arah Dani Olmo. Atas insiden tersebut, FIFA kini resmi membuka penyelidikan disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) serta individu yang terlibat.
Menurut aturan Kode Disiplin FIFA Pasal 13 dan 14, tindakan kekerasan atau perilaku yang mencoreng citra sepak bola dapat dikenakan sanksi tegas, termasuk larangan bertanding minimal tiga laga bagi pemain atau staf yang terbukti bersalah. Sikap para pemain Argentina yang membelakangi panggung saat kapten Spanyol Rodri mengangkat trofi juga menuai kritik tajam dari berbagai kalangan pengamat sepak bola internasional.