Kepolisian Inggris berhasil menyita jersey sepak bola tiruan atau palsu bernilai lebih dari £18 juta atau setara Rp390 miliar selama berlangsungnya gelaran Piala Dunia. Tindakan tegas ini dilakukan setelah ditemukannya potensi bahaya keselamatan yang signifikan pada produk-produk ilegal tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan, ajang Piala Dunia memicu lonjakan drastis pada penjualan jersey dan kostum sepak bola tiruan. Namun, pihak Pemadam Kebakaran memberikan peringatan keras bahwa pakaian palsu ini jauh lebih mudah terbakar dan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan produk asli.
Dari pantauan redaksi, lebih dari 220.000 potong merchandise sepak bola berhasil diamankan oleh Police Intellectual Crime Unit. Pengoperasian ini merupakan bagian dari "Operation Bloxwich", yaitu tindakan penegakan hukum di Britania Raya yang khusus menyasar peredaran barang-barang palsu.
Dalam salah satu penggerebekan di sebuah gudang di Birmingham, petugas menyita sebanyak 1.618 kostum tiruan. Hasil observasi menunjukkan adanya replika kostum pemain bintang dunia, seperti pemain asal Prancis Kylian Mbappe dan pemain asal Norwegia Erling Haaland.
Menurut Detective Sergeant Jamie Kirk dari City of London Police yang terlibat langsung dalam operasi tersebut, banyak masyarakat tergiur karena harganya yang murah. "Saya memahami alasan orang ingin membeli jersey ini, orang mencintai sepak bola dan daya tariknya adalah harga yang lebih murah - tetapi jersey ini tidak terregulasi dan bisa sangat mudah terbakar," ujar Jamie Kirk kepada BBC Sport.
Ia menambahkan bahwa bahan pewarna yang digunakan pada jersey palsu tersebut juga berbahaya bagi kesehatan. "Pakaian ini mengandung zat pewarna yang dapat membahayakan kulit, khususnya kulit anak-anak. Meskipun harganya murah - dan itulah bagian yang menarik - potensi kerugian bagi Anda dan orang yang membuatnya terlalu tinggi," pungkasnya.