Keputusan untuk mengurangi jadwal bertanding terbukti tidak meredupkan naluri kompetitif yang dimiliki oleh Rory McIlroy. Pegolf asal Irlandia Utara tersebut kini tampil lebih selektif dalam memilih turnamen yang diikutinya, di mana Scottish Open menjadi penampilan ketiganya di luar turnamen major sejak meraih kemenangan beruntun di Masters pada awal April lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, McIlroy tampil sangat menikmati kembalinya ia ke lapangan jenis links. Dari pengamatan tim redaksi, ia sukses mengakhiri hari pertama di The Renaissance Club dengan menempati posisi puncak bersama empat pegolf lainnya setelah mencatatkan skor lima di bawah par 65.
Hanya satu dari lima pemimpin klasemen tersebut, yaitu Rasmus Hojgaard dari Denmark, yang memulai pertandingan pada sesi sore hari. Menurut catatan panitia, para pemain yang turun pada sesi pagi diuntungkan oleh kondisi cuaca yang jauh lebih tenang dan bersahabat.
McIlroy yang kini merasa lebih segar menyatakan bahwa jadwal yang lebih longgar ini memberikan keseimbangan yang baik bagi kehidupannya. "Manfaatnya adalah saya bisa lebih sering berkumpul dengan keluarga dan merasa memiliki keseimbangan dalam hidup," ujar pegolf nomor dua dunia tersebut.
Meskipun bermain lebih jarang dalam beberapa bulan terakhir, awal turnamen yang dijalani McIlroy selalu memberikan hasil yang memuaskan. Menurutnya, tambahan waktu latihan di sela-sela waktu luang sangat membantu performanya di lapangan sekaligus menjaga antusiasme bertandingnya yang sudah berjalan hampir 20 tahun.
Memulai permainan dari lubang ke-10, pria berusia 37 tahun itu sempat membuka sembilan lubang pertamanya dengan bogey sebelum akhirnya bangkit. Keberhasilan memasukkan putt eagle dari jarak 18 kaki di lubang pertama par-lima, disusul tambahan angka di lubang tujuh dan delapan, mengunci posisi puncaknya bersama Rasmus Hojgaard, Patrick Cantlay dari Amerika Serikat, Tom Kim dari Korea Selatan, dan Bernd Wiesberger dari Austria.