Bek tim nasional Inggris, Jarell Quansah, resmi dijatuhi hukuman larangan bertanding dalam dua pertandingan oleh Komite Disiplin FIFA. Sanksi ini diberikan menyusul kartu merah langsung yang diterimanya saat Inggris memetik kemenangan 3-2 atas Meksiko beberapa waktu lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan yang dihimpun, Quansah diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit ke-54 setelah melakukan pelanggaran keras berupa tekel tinggi terhadap pemain Meksiko, Jesus Gallardo. FIFA mengategorikan pelanggaran pemain Bayer Leverkusen tersebut sebagai tindakan berbahaya (serious foul play), sehingga ia mendapat tambahan hukuman satu laga di luar sanksi otomatis.
Menurut jadwal turnamen, mantan pemain Liverpool berusia 23 tahun ini dipastikan bakal absen membela Tiga Singa dalam laga perempat final melawan Norwegia serta babak semifinal andai Inggris berhasil lolos. Kendati demikian, dari pantauan redaksi, Quansah baru bisa kembali merumput jika Inggris mampu menembus babak final yang akan digelar di New Jersey pada 19 Juli mendatang.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Namun, regulasi turnamen yang ketat tidak memberikan celah bagi pihak Inggris untuk menyanggah sanksi. Pihak FA dikabarkan telah melayangkan protes keras kepada FIFA terkait proses peninjauan VAR yang dinilai memicu bias keputusan karena wasit lebih dulu diperlihatkan tayangan lambat dan gambar diam.
Absennya Quansah tentu menjadi pukulan telak dan memperumit opsi lini belakang bagi sang manajer, Thomas Tuchel, yang sebelumnya juga kehilangan Reece James akibat cedera hamstring. Menanggapi situasi ini, asisten pelatih Anthony Barry mengungkapkan kekecewaannya karena harus kehilangan pemain potensial di saat tim sedang dilanda krisis bek kanan.
"Ini sangat mengecewakan, bukan karena keputusannya, melainkan fakta bahwa kami harus kehilangan pemain yang bagus. Jarell tampil apik di sesi latihan, namun keputusan telah dibuat dan kami tidak ingin membuang energi lagi untuk meratapinya," ujar Anthony Barry saat memberikan keterangan kepada media.
Nada frustrasi juga disuarakan oleh penyerang sayap Inggris, Bukayo Saka, yang menilai hukuman ini sangat merugikan tim dan sang pemain sendiri. Meski begitu, Saka menegaskan bahwa timnya tidak akan mengeluh dan fokus sepenuhnya untuk beradaptasi demi meraih kemenangan mutlak saat bersua Norwegia di laga krusial nanti.